Mobil listrik mungil paling laris — raja parkir & macet kota.
Harga Wuling Air ev di Indonesia mulai Rp 214 jt (kisaran OTR, diperbarui Oktober 2026).
Sumber: wuling.id price-list & oto.com (OTR Jakarta), Agu 2026 · Diperbarui 2026-08-15
Bandingkan harga, jarak tempuh & simulasi cicilan semua model, atau hubungi kami untuk info kerja sama & diler.
Pengisian Mandiri Lambat (Listrik Rumah/Wallbox)
Pengisian Cepat Stasiun Umum (Daya Maks: —)
| Merek | Wuling |
| Tipe bodi | City Car |
| Tahun | 2022 |
| Baterai | 26.7 kWh |
| Jarak tempuh (klaim) | 300 km |
| Tenaga motor | 30 kW |
| Top speed | 100 km/jam |
| Fast charging DC | — |
| Kapasitas | 4 penumpang |
| Kisaran harga | Rp 214–290 jt |
Wuling Air ev adalah salah satu pionir mobil listrik terjangkau di Indonesia sejak diluncurkan pada 2022. Ini adalah city car murni untuk perkotaan, dengan dimensi mungil dan kapasitas 4 kursi. Target pembelinya jelas: warga kota yang butuh mobil kedua untuk mobilitas harian jarak dekat — antar-jemput anak, ke kantor, atau belanja — bukan mobil untuk keluarga besar atau perjalanan lintas kota.
Dengan rentang harga Rp214–290 juta (kisaran OTR, sebaiknya cek diler resmi untuk angka pasti di kota Anda), Air ev bermain di segmen entry-level EV. Ia bersaing langsung dengan VinFast VF3 (Rp156–227 juta), BYD Atto 1 (Rp195–235 juta), dan saudaranya sendiri Wuling Aira EV (Rp155–175 juta) serta BinguoEV (Rp318–363 juta). Keunggulan utama Air ev adalah jejak yang sudah teruji di jalanan Indonesia dan jaringan diler Wuling yang luas.
Air ev dibekali motor listrik berdaya 30 kW (sekitar 40 dk) dengan top speed 100 km/jam. Angka akselerasi 0–100 km/jam tidak dirilis resmi, dan sejujurnya mobil ini memang tidak diciptakan untuk mengejar performa. Tenaganya cukup untuk lalu lintas kota — respons instan khas motor listrik membuat tarikan awal dari lampu merah terasa gesit dan lincah.
Yang menjadi nilai jual sesungguhnya adalah dimensi kompak-nya. Air ev sangat mudah bermanuver di gang sempit, radius putar kecil, dan parkir di ruang terbatas jadi gampang. Namun perlu jujur: pada kecepatan tinggi di jalan tol, top speed 100 km/jam membuatnya kurang lega, dan bodi ringan bisa terasa kurang mantap diterpa angin atau saat menyalip.
Baterai berkapasitas 26,7 kWh memberikan klaim jarak tempuh 300 km. Penting dipahami bahwa angka ini adalah klaim pabrik (biasanya siklus CLTC), dan realita di jalan Indonesia hampir pasti lebih rendah. Dengan pemakaian AC menyala terus di iklim tropis, macet, dan gaya berkendara wajar, ekspektasi realistis berada di kisaran 200–230 km.
Ini poin krusial: Air ev tidak mendukung pengisian DC cepat (data DC charge tertulis "—"). Artinya, Anda hanya bisa mengisi lewat arus AC, baik dari colokan rumah maupun home charging. Ini konsekuensi wajar dari harga terjangkau dan filosofi city car-nya.
Praktiknya, pengisian di rumah dilakukan semalaman. Kabar baiknya, kapasitas baterai yang kecil (26,7 kWh) membuat biaya isi ulang sangat murah. Dengan tarif listrik PLN sekitar Rp1.400–1.700 per kWh, mengisi dari kosong hingga penuh hanya perlu sekitar Rp40 ribuan — jauh lebih hemat dibanding mobil bensin sekelas. Hitung estimasi penghematan Anda lewat kalkulator hemat. Konsekuensinya, Air ev tidak dirancang mengandalkan SPKLU; ia adalah mobil yang "hidup dari colokan rumah".
Dengan konfigurasi 4 kursi, kabin Air ev pas untuk penumpang dewasa di depan dan anak-anak atau penumpang bertubuh kecil di belakang. Ruang kaki baris kedua terbatas, khas mobil mungil. Bagasinya juga kecil — cukup untuk belanja mingguan atau tas, tapi bukan untuk koper besar sekeluarga.
Untuk kenyamanan harian di kota, Air ev tampil baik: kabin senyap khas EV, AC responsif, dan kemudahan parkir jadi bonus besar di kota padat seperti Jakarta atau Surabaya. Suspensinya cenderung disetel untuk kelincahan, sehingga jalan bergelombang bisa terasa sedikit keras.
Pada rentang Rp214–290 juta, posisi Air ev cukup menarik namun kini semakin ketat. Bila dibandingkan BYD Atto 1 (Rp195–235 juta, baterai 38,88 kWh, klaim 380 km) atau Neta V-II (Rp299–329 juta, 40,7 kWh, 401 km), Air ev punya baterai dan jarak yang lebih kecil. Bahkan saudaranya Wuling Aira EV menawarkan baterai lebih besar (30 kWh) dengan harga lebih murah. Lakukan komparasi langsung sebelum memutuskan, dan telusuri opsi lain di katalog.
Nilai utama Air ev bukan pada spesifikasi di atas kertas, melainkan pada reputasi, ketersediaan sparepart, dan jaringan purna jual Wuling yang sudah mapan — faktor penting untuk ketenangan jangka panjang.
Wuling Air ev paling cocok untuk warga kota yang butuh mobil kedua praktis dan ekonomis untuk mobilitas jarak dekat, punya akses charging di rumah, dan tidak keberatan dengan kabin mungil 4 kursi. Bila kebutuhan Anda adalah perjalanan lintas kota, keluarga besar, atau mengandalkan SPKLU, sebaiknya lirik model dengan baterai lebih besar dan dukungan DC. Namun sebagai kendaraan listrik perkotaan yang murah dirawat dan terbukti andal, Air ev tetap pilihan masuk akal.
| Kimia baterai | LFP (Lithium Iron Phosphate) |
| Motor | Motor listrik belakang |
| Penggerak | Gerak roda belakang (RWD) |
| Pengisian | AC (home charging / portable) - TANPA pengisian cepat DC |
| Vehicle-to-Load (V2L) | Tidak |
| Kelas | Micro EV kota |
Warna, foto detail & video bersumber dari materi resmi pabrikan/diler. Foto berhak cipta pemiliknya; ditampilkan untuk keperluan referensi dengan mencantumkan sumber.
Harga & unit bisa berbeda per wilayah dan waktu. Konfirmasi ketersediaan dan penawaran terbaru langsung ke diler resmi Wuling.
Model listrik lain yang sekelas — bandingkan sebelum memutuskan.