Roadster listrik 2-pintu dengan atap convertible dan pintu gunting.

| Merek | MG |
| Tipe bodi | Roadster |
| Tahun | 2025 |
| Baterai | 77 kWh |
| Jarak tempuh (klaim) | 443 km |
| Tenaga motor | 375 kW |
| 0–100 km/jam | 3.2 detik |
| Top speed | 200 km/jam |
| Fast charging DC | 150 kW |
| Kapasitas | 2 penumpang |
| Kisaran harga | Rp 1,7 miliar – Rp 1,7 miliar |
MG Cyberster adalah anomali menyenangkan di pasar mobil listrik Indonesia yang didominasi SUV dan MPV keluarga. Ini adalah roadster dua kursi — mobil sport atap terbuka yang lahir untuk kesenangan, bukan untuk mengantar anak sekolah atau mengangkut belanjaan bulanan. Dengan banderol Rp1.688–1.704 juta (kisaran OTR, cek diler resmi), Cyberster jelas menyasar kalangan menikmat mobil sebagai hobi dan pernyataan gaya, bukan sekadar alat transportasi harian.
Menariknya, MG — yang di Indonesia dikenal lewat produk terjangkau seperti MG 4 EV dan MG ZS EV — mendadak melompat ke segmen premium lewat mobil ini. Cyberster praktis tak punya rival sejenis di daftar katalog kami; hampir semua mobil listrik seharga ini berbentuk sedan mewah atau SUV besar. Inilah roadster listrik dengan pintu gunting yang benar-benar unik.
Di sinilah Cyberster bersinar terang. Dengan tenaga 375 kW dan akselerasi 0–100 km/jam hanya 3,2 detik, angka ini setara mobil sport bermesin bensin kelas atas. Top speed mencapai 200 km/jam. Torsi instan khas motor listrik membuat setiap injakan pedal terasa eksplosif — sensasi yang sulit ditandingi mobil listrik lain di katalog kami dalam rentang harga apa pun kecuali Hyundai Ioniq 5 N (0–100 juga di kisaran hot hatch).
Sebagai roadster, Cyberster menawarkan pengalaman berkendara terbuka yang emosional: suara angin, langit terbuka, dan posisi duduk rendah. Namun di Indonesia, kesenangan ini punya catatan realistis — kemacetan kota, polusi, dan panas tropis membuat atap terbuka lebih cocok dinikmati di pagi hari, jalan pegunungan, atau kawasan sirkuit/wisata ketimbang di tengah Jakarta jam sibuk.
Cyberster dibekali baterai 77 kWh dengan klaim jarak 443 km (angka klaim pabrik, nyata bisa lebih rendah). Perlu dipahami, mobil dengan performa tinggi cenderung "haus" energi bila dikendarai agresif. Dalam pemakaian santai, harapkan realistis di kisaran 330–380 km; bila sering memacu akselerasi, angka bisa turun lebih jauh.
Karena ini bukan mobil untuk perjalanan jauh keluarga, jarak tempuhnya lebih dari memadai untuk fungsinya sebagai mobil kesenangan akhir pekan.
Cyberster mendukung pengisian cepat DC hingga 150 kW, angka yang kompetitif dan memungkinkan pengisian dari kondisi rendah ke tinggi dalam waktu relatif singkat di SPKLU berkapasitas besar yang kini makin banyak tersedia di kota besar dan rest area tol.
Untuk pemakaian sehari-hari, mengisi di rumah lewat AC charging tetap paling ekonomis. Dengan tarif listrik PLN yang jauh lebih murah dibanding BBM, biaya "mengisi bensin" mobil ini bisa ditekan drastis — Anda bisa memperkirakan penghematannya lewat kalkulator hemat kami. Isi malam hari saat rumah sepi, pagi hari baterai siap penuh.
Jujur saja: kepraktisan bukan bahasa Cyberster. Dengan hanya 2 kursi, mobil ini tak bisa diandalkan untuk keluarga. Bagasi roadster umumnya terbatas — cukup untuk tas kabin dan kebutuhan akhir pekan, bukan koper besar. Ground clearance mobil sport yang rendah juga perlu diperhatikan mengingat kondisi jalan Indonesia yang kerap bergelombang dan banyak polisi tidur.
Kabin dua penumpang ini menawarkan suasana intim dan berorientasi pengemudi, dengan material dan teknologi yang sepadan dengan kelas harganya. Namun ingat, ini mobil yang Anda pilih dengan mata terbuka soal keterbatasan fungsinya.
Pada kisaran Rp1,7 miliar, Cyberster bermain di ranah premium. Sebagai perbandingan, dengan uang serupa Anda bisa membeli sedan sport listrik seperti BMW i4 eDrive40 (Rp1.813–1.950 juta, jarak klaim lebih jauh 590 km) atau Hyundai Ioniq 6. Namun tak satu pun dari mereka adalah roadster atap terbuka dua kursi. Nilai Cyberster terletak pada eksklusivitas dan sensasi, bukan pada rasio spesifikasi-per-rupiah.
Yang perlu dipertimbangkan matang: jaringan purna jual dan ketersediaan spare part untuk model niche seperti ini belum semapan produk MG arus utama. Pastikan komitmen diler resmi sebelum membeli.
MG Cyberster adalah mobil untuk penikmat, bukan pragmatis. Ia paling cocok bagi mereka yang sudah punya mobil utama untuk keluarga dan menginginkan kendaraan kedua sebagai mainan akhir pekan — roadster listrik yang cepat, bergaya, dan berbeda dari kerumunan. Jika Anda mencari mobil listrik untuk kepraktisan harian atau jarak jauh keluarga, arahkan pandangan ke katalog kami untuk pilihan SUV atau sedan yang lebih sesuai. Namun jika hasrat berkendara dan kesenangan murni adalah prioritas, Cyberster menawarkan pengalaman yang hampir tak ada duanya di pasar Indonesia saat ini.
Harga & unit bisa berbeda per wilayah dan waktu. Konfirmasi ketersediaan dan penawaran terbaru langsung ke diler resmi MG.